Pembalasan Wanita Terhina
Nirmala menawarkan tumpangan saat Raihan hendak melangkah keluar.
"Alhamdulillah, terima-kasih Nirmala," ujar Raihan senang seraya tersenyum tipis.
Nirmala tersenyum dan mengangguk. Senyum seindah purnama itu mampu membuat hati Raihan hangat.
Sepanjang perjalanan pulang, Raihan tidak mampu membuang bayangan Nirmala dari ingatan.
"Perasaan apa ini, ya Allah, astaghfirullah." Raihan menggeleng kuat, hingga ponselnya berdering, nomor asing memanggil, penasaran Raihan mencoba menjawab panggilan telepon tersebut.
Capítulos Populares