Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pembalasan Elegan

Pembalasan Elegan

Menurutnya pembalasan terbaik adalah lewat Safira. "Mas, aku janji akan membalas perbuatan mereka pada mas. Mereka akan hancur seperti mereka menghancurkan hidup mas. Dan Safiralah yang akan menghancurkan mereka, sehingga saat mereka tahu kebenarannya, mereka akan semakin hancur dan menyesal," batin Dena.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as balasan xie xie
Read
+Library
Pembalasan Untuk Pengkhianat

Pembalasan Untuk Pengkhianat

Ia berkata dengan wajah acuh, seakan tak peduli perasaanku. Sabar, sabar. Tunggu saja kamu, mas. Pembalasanku tidak semanis madu. 💞 Terimakasih 💞 Jangan lupa subscribe, like dan komentarnya dong! Biar aku-nya makin semangat 😘
10135.0K viewsCompletedAdded to Library 5.3K Times as balasan xie xie
Read
+Library
Kesepakatan Balas Dendam

Kesepakatan Balas Dendam

tanya Sean tersenyum kecil. "Lalu bagaimana denganmu? Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" tanya Rias membalikkan pertanyaan. "Aku tidak tau. Tapi jika memang semua ini berakhir, aku ingin fokus membalas semua kebaikan Walter. Dia sudah membantuku sejauh ini. Dan aku rasa, kompensasi yang aku berikan padanya belum cukup untuk menunjukkan ketulusan hatiku," balas Sean.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as balasan xie xie
Read
+Library
Pembalasan Dendam Nona Dingin

Pembalasan Dendam Nona Dingin

sapanya dengan lembut, mencoba menunjukkan kasih sayangnya. Ziva terlihat sedikit terkejut, namun dia segera menyembunyikan ekspresi aslinya dengan senyum manis. "Hai, Raka," balasnya, meskipun hatinya masih dipenuhi dengan rencana-rencana balas dendam.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as balasan xie xie
Read
+Library
Merayu Kaisar Tua

Merayu Kaisar Tua

Ia masih memeluk erat sambil menepuk lembut punggung Xiao Zhi untuk menenangkan pihak lain. "Tidak apa apa jika kamu sudah membalasnya. Jika orang berbuat jahat padamu, kamu harus membalasnya." Ucap Zhao Tian pada gadis lemah namun kuat di dalam pelukannya. Ketika Zhao Tian berfikir bahwa selanjutnya ia hanya akan mendengarkan isak tangis, namun anehnya isakan tangis itu tidak lagi terdengar. Xiao Zhi mendongak dan tersenyum, meski matanya basah dan hidungnya merah. Ia tetap tersenyum dengan senyum paling cerah. "Terimakasih Tuan." Ucap Xiao Zhi.
9.613.6K viewsOngoingAdded to Library 271 Times as balasan xie xie
Read
+Library
Pendekar Pedang Suci

Pendekar Pedang Suci

Tawa sarkasme langsung terdengar begitu Hong Xie Zi menyelesaikan kalimatnya. Dengan suara yang masih tenang, Xiu Zhangjian membalas perkataan Hong Xie Zi. "Jika mereka mati, maka tugasku adalah memberi pemakaman yang layak dan membalaskan dendam mereka." "Kami semua sudah mati, pada siapa kau membalas dendam?" "Bagaimanana kami membalas dan pada siapa, itu bukan urusanmu." "Kalau begitu, bunuh aku sekarang juga! Bunuh!"
9.9122.0K viewsCompletedAdded to Library 4.8K Times as balasan xie xie
Show Reviews (34)
Read
+Library
Khoirul N.
Selamat malam, Maafkan penulis yg tidur terlalu lama hingga naskah ini baru up lagi. Jika terasa aneh atau berbeda, maklumin ya. Semoga besok bisa up lagi~ terima kasih bagi sesiapa yg mungkin menunggu cerita ini dilanjut.
Pek Siansu
saran saya buat pembaca. jgn prnhbacq buku yg bab nya 1 per hari. kalian akan kecewa karna tdk akan tamat. alias putus di tengah jalan. kemudia buku yg berseri alias trilogi atau apa. sebab belum tamat yg satu saja sdh sok nulis judul lain. akhirnya tdk kompeten
Read All Reviews
Menukar Takdir Istri Sang Adipati

Menukar Takdir Istri Sang Adipati

bisik Murong Xie, suaranya serak dan penuh tuntutan. ​Lian berbalik dalam pelukan kakak tirinya, menyandarkan jemarinya di dada bidang Xie yang terbungkus sutra perak. "Sabar, Kak Xie. Aku harus memberikan sedikit 'hadiah perpisahan' untuk kakakku tercinta. Aku tahu kau tak sabar, matamu seharian tadi terus memandanginya, bukan?" ​Xie menyeringai gelap, matanya berkilat di bawah sinar lentera. "Kau selalu tahu apa yang kupikirkan. Sekarang, aku ingin melampiaskan semua bayangan yang sudah kutahan itu padamu."
1019.8K viewsCompletedAdded to Library 455 Times as balasan xie xie
Read
+Library
Membalas Suami dan Sahabatku

Membalas Suami dan Sahabatku

tanyaku dengan santai sambil menyunggingkan senyum manis kepada mereka berdua. Jika ada yang bertanya, kenapa aku masih bisa tersenyum padahal sudah dikhianati? Jawabannya karena saat ini aku merasa puas, sudah berhasil memberikan balasan atas perbuatan mereka. "Hey Sandra, kamu nggak usah mengalihkan pembicaraan. Kamu sudah bertindak di luar batas. Lihat saja, kamu pasti akan menyesali perbuatanmu itu," ucap Nia dengan pedenya. ia pikir dirinya siapa?
1033.9K viewsOngoingAdded to Library 1.3K Times as balasan xie xie
Read
+Library
Pembalasan Istri Kampungan

Pembalasan Istri Kampungan

Tingg! Dimas terdiam sesaat, setelah mengetahui siapa yang telah mengirimkannya pesan. Ia menoleh sebentar ke arah Nara yang sedang sibuk membereskan segala barang-barangnya, dan memanfaatkan waktu yang amat singkat ini untuk membalas pesan. "Bagus! Terus lanjutkan, sampai tak ada lagi yang tersisa dari miliknya!" eja Dimas sambil menyeringai puas, dan segera memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku.
1023.4K viewsCompletedAdded to Library 679 Times as balasan xie xie
Read
+Library
Anak Siapa Ini?

Anak Siapa Ini?

Membuat Mikel meracau, tampak lucu dimata Xia. "Xia.. argh.., aku belum mulai apa-apa.., kau nakal sekali?" Gerutu Mikel senang. Xia malah semakin mempercepatnya. "Kau bawa celana ganti? Ah.." Mikel mengambil kesempatan dengan dua jarinya untuk membalas Xia. Menggerakkannya, lalu menariknya keluar dan menjilatinya. "Ku rasa aku membawanya.., ehm.. sialan, ini enak sekali.."
103.4K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as balasan xie xie
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status