Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pengkhianatan di Tengah Duka

Pengkhianatan di Tengah Duka

“Semua salahmu! Kenapa kau nggak bilang? Kenapa kau nggak memberitahuku kalau kau nggak sedang berakting? Kau yang membunuh mereka, kau pembunuh kejam!” Tatapanku yang tadinya penuh belas kasihan langsung berubah dingin, dan suaraku pun menjadi tegas, “Aku sudah bilang, itu Fandi yang memberitahumu kalau aku sedang berakting. Kau memilih untuk mempercayainya, jadi kau harus siap dengan konsekuensinya.”
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai bangkit dari luka pengkhianatan
Baca
+Pustaka
Dendam Dan Pengkhianatan

Dendam Dan Pengkhianatan

“Tidak ada yang tersisa dariku kecuali kehancuran dan rasa putus asa.” Gendis berujar sembari menangis dan menutup wajah dengan kedua tangganya yang sudah benar-benar rapuh, bahkan untuk menutup lukanya yang dia pun tak tahu harus kemana dia pergi dan melangkah membawa kehancuran yang begitu dalam ini. “Kau harus bangkit!”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai bangkit dari luka pengkhianatan
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Nayla duduk di sofa empuk, menggenggam tisu, wajahnya tenang meski isi hatinya kacau. Psikolog di hadapannya berkata lembut: "Luka pengkhianatan itu dalam, tapi bukan akhir. Kamu punya hak untuk pulih… dan bangkit." Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, Nayla tak menyangkal bahwa dirinya hancur. Tapi ia juga tahu—hancur bukan berarti kalah. Dan penyembuhan adalah bagian dari strategi.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai bangkit dari luka pengkhianatan
Baca
+Pustaka
MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMI DAN KAKAKKU

MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMI DAN KAKAKKU

Anaknya masih hidup. Namun sesuatu dalam dirinya telah mati, dibiarkan membusuk oleh pengkhianatan, oleh luka yang tak pernah sembuh sepenuhnya. Saat ia menatap langit-langit tanpa ekspresi, suara langkah tergesa-gesa terdengar dari luar. Pintu kamar terbuka dengan kasar.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai bangkit dari luka pengkhianatan
Baca
+Pustaka
Janda Kembang Pujaan Hati Mas Lurah

Janda Kembang Pujaan Hati Mas Lurah

Namun, ketulusan sekeras karang itu justru dihancurkan berkeping-keping oleh pengkhianatan paling kotor di atas ranjangnya sendiri. Hal itulah yang membuat luka Banyu tidak pernah benar-benar sembuh. Dan siang ini, di dalam ruang kerjanya, luka yang susah payah dia tutupi di desa ini mendadak basah dan berdarah kembali. “Keluar kataku!” tegas Banyu lagi. "Banyu, dengar dulu—"
9.99.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai bangkit dari luka pengkhianatan
Baca
+Pustaka
PENGKHIANATAN

PENGKHIANATAN

"Jika hati yang terluka, masih bisa dijahit, Mas. Tapi bagaimana jika kepercayaan yang pecah sanggupkah tuk dirajut kembali? Hatiku sakit, iya, terlampau sakit, Mas." Jangan lupa Like and Komennya, ya. Masih penulis pemula yang berusaha belajar dari kritik dan saran yang membangun. 😍😍🤩🤩
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai bangkit dari luka pengkhianatan
Baca
+Pustaka
Kesetiaan di Antara Pengkhianatan

Kesetiaan di Antara Pengkhianatan

"Gue juga nggak akan menampik kalo pengkhianatan itu kesalahan terbesar di dalam hubungan rumah tangga." Mendengar kalimat Hilmi, tentu saja membuat Ina terdiam. Mencoba meresapi semuanya. Kejadian saat dirinya bersama Hilmi, masih terngiang jelas di ingatannya. Di mana malam itu, saat Hilmi mengantarnya pulang setelah membeli pernak-pernik untuk debaynya. Di mana malam itu juga, untuk pertama kalinya Amir dan Hilmi berhadapan. Saat itu, sebelum mereka turun dari mobil, Ina secara sadar membalas ciuman Hilmi. Bibir mereka bersentuhan, meskipun tidak lama, tetapi itu sangatlah intens. Hingga akhirnya, Ina lah yang mengakhiri semua. Sangat jelas dan Ina menyadari. Jika dirinya telah melakukan
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai bangkit dari luka pengkhianatan
Baca
+Pustaka
TAKDIR KEDUA

TAKDIR KEDUA

"Saya pernah mengalami kecelakaan yang hampir menghilangkan nyawa saya, dan menyebabkan saya... Entahlah Om... Menurut medis, akan sangat sulit bagi saya memiliki anak." Hamdan mencoba membaca raut wajah Dirga. Ada raut getir di sana. Raut getir yang pernah ia lihat di muka almarhumah Ibunya dulu. Raut getir yang ada akibat luka pengkhianatan. "Siapa yang berkhianat?" pertanyaan telak itu meluncur tanpa hambatan dari bibir Hamdan. Dirga menganga, terkejut dengan pertanyaan yang disuarakan Hamdan yang sama sekali diluar ekspektasinya.
1025.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai bangkit dari luka pengkhianatan
Baca
+Pustaka
Ketulusanku Dibalas Pengkhianatan

Ketulusanku Dibalas Pengkhianatan

-End- Semoga cerita ini menginspirasi, dan kita dapat mengambil pelajaran dari cerita ini. Teruntuk pembaca berita Ketulusanku Dibalas Pengkhianatan, sekali lagi saya ucapkan terimakasih, ambil hikmah dan sisi baiknya, serta buang jauh-jauh sisi buruknya, karena kita tak pernah tahu di saat yang akan datang kita akan menghadapi ujian seperti apa.
9.169.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai bangkit dari luka pengkhianatan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status