Cinta Tapi Gengsi
Ketika mereka berhenti di depan sebuah lukisan yang menggambarkan seorang wanita dengan gaun merah berdiri di tengah ladang bunga, Lovrin kembali berulah.
“Kin, lihat deh. Bukannya ini mirip kamu waktu pertama kali kita bertemu? Tersesat, bingung, dan sedikit drama,” ucapnya sambil tertawa kecil.
Kinora memukul pelan lengan Lovrin. “Kalau kamu terus-terusan begini, aku tinggal pulang duluan,” ancamnya, meski tanpa niat serius.
Namun, Lovrin justru semakin menggoda. “Kamu nggak akan tega meninggalkan aku di sini sendirian. Siapa yang akan menuntunku memahami seni ini kalau bukan kamu?”
Hot Chapters