Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Upik Abu dan Bola Cahaya

Upik Abu dan Bola Cahaya

"Ttaa, tapi dia sakit, lihat ini!" Upik memperlihatkan bercak darah di baju Liom. Liom yang masih berdiri kaku, saling pandang dengan Mpus. Liom tampak serba salah. "Kenapa bisa berdarah begini?" tanya Mpus pada Liom. "Aaaaah, ini... anu, penyakitku tiba-tiba kambuh semalam. Sepertinya aku kesakitan, dan Upik datang menenangkanku."
104.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai bangun lagi dong lupus
Baca
+Pustaka
Bertemu Lagi Tanpa Tangis

Bertemu Lagi Tanpa Tangis

"Baik, kalau begitu aku yang bertugas mencuci piring." Keduanya segera bergerak begitu memutuskan. Mereka pun berjalan bersama menuju supermarket sambil memayungi diri untuk membeli bahan-bahan penting hotpot. Saat melewati genangan, sebuah jip melintas, dan bannya memercikkan lumpur ke mana-mana. Levario secara refleks menarik Manolia yang berjalan di sisi luar ke dalam pelukannya.
32.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai bangun lagi dong lupus
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Jatuh Cinta

Diam-Diam Jatuh Cinta

potong Zoia cepat. “Ginjal. Awalnya Mami kena lupus.” Zoia kaget mendengar cerita Javas. Ia tidak tahu sama sekali mengenai hal itu. Lagi pula gimana ia bisa tahu sedang dirinya adalah orang asing yang datang ke kehidupan Javas.
9.728.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 796 kali sebagai bangun lagi dong lupus
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Playboy Manis

Terjerat Cinta Playboy Manis

Cheryl menatap Langit dengan ekspresi wajah seperti tidak percaya dan bingung. “Itu obat untuk penyakit Inflamasi Kronis, di mana sistem kekebalan tubuhnya menyerang jaringan tubuh itu sendiri. Dia kemungkinan mengidap penyakit lupus, El.” Langit bergeming mendengar ucapan Cheryl, rasanya tidak percaya kalau tebakan yang sempat melintas di kepala ternyata benar setelah diperkuat oleh pernyataan pernyataan seorang dokter.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai bangun lagi dong lupus
Baca
+Pustaka
Jangan Pukul Lagi!

Jangan Pukul Lagi!

Bersambung . hay gaes, terima kasih yang sudah setia membaca. Untuk Extra part bab 9 maaf ya, dengan ini author masih mengumumkan belum ada peninjauan. enaknya kira-kira gimana ya, gaes? ternyata nggak bisa di edit kembali. kalau kalian gimana? kasih masukan dong 🙈
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai bangun lagi dong lupus
Baca
+Pustaka
Mencuri Calon Suami Adikku

Mencuri Calon Suami Adikku

Bukan tidak mungkin bagi Luna untuk mengembangkan alergi baru yang belum diketahuinya. “Dokter yang mengatakan ini padaku. Kalau kau yakin tidak melakukan kontak dengan sesuatu yang berbahan kacang kemungkinan ini bisa terjadi.” Leland menambahkan saat melihat Luna tampak tidak percaya. “Kau disarankan melakukan pemeriksaan dengan lebih mendetail tapi mungkin tidak di sini. Untuk hasil yang lebih baik kau harus menemui dokter yang memang biasa menangani keadaanmu.”
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 567 kali sebagai bangun lagi dong lupus
Baca
+Pustaka
Transformasi Sang Tuan Putri

Transformasi Sang Tuan Putri

Tung-tunggu apa dia sudah memakai krim yang aku berikan padanya? Lusiana bertanya-tanya dalam hati. Melihat wajah Rena sepertinya wanita itu pasti sudah membuang benda tersebut. “Ah, ini? Adikku sayang! Ini bukan kotoran Babi, ini adalah lumpur vulkanik dan bagus untuk meregenerasi kulit! Dengan lumpur ini kulitmu bisa menjadi lebih halus.” Tuturnya. Rena mengipasi wajahnya sendiri dengan sombong.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai bangun lagi dong lupus
Baca
+Pustaka
Sentuhan Dahsyat Dokter Midas

Sentuhan Dahsyat Dokter Midas

“Apa?” “Bukan karena belas kasihan,” kata Lupes. “Karena ia menginginkan satu hal. Agar kau meracik ramuan itu kembali.” Dada Midas mengencang. Potongan-potongan yang tak pernah pas kini menyatu. Pertemuan yang terlalu kebetulan, kedekatan yang terlalu cepat, kepercayaan yang ditumbuhkan dengan hati-hati. Senyum di bawah sakura. Janji yang diucapkan dengan mata berkaca. Koper yang berpindah tangan.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai bangun lagi dong lupus
Baca
+Pustaka
Luka yang Terulang 99 Kali

Luka yang Terulang 99 Kali

Setelah sejenak diam, Ibu tiba-tiba bicara, "Lobster Australia-nya jangan dikeluarkan, kita bawa pulang saja. Kakakmu suka, tapi dia belum pernah coba." Wulan sontak tercengang. Dia hanya bilang saja, tidak bermaksud agar benar-benar terjadi. "Tapi Bu ... aku juga mau makan lobster Australia!" Wulan cemberut, suara kecilnya terdengar kesal. "Jangan marah, Wulan. Yang di meja saja belum tentu bisa habis. Simpan dua makanan lagi buat kakakmu. Kalau kamu mau coba, besok-besok ke sini lagi sama Ibu."
10.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai bangun lagi dong lupus
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status