Main Belakang
Aira melangkah mendekati meja makan, bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang sarat arti menatap Clara.
"Maaf kalau membuat kalian menunggu lama," ucap Aira halus, matanya melirik sekilas ke arah kerah kemeja suaminya yang ternoda setitik bekas bedak. "Kupikir kalian berdua sedang sibuk membicarakan hal penting di dalam, jadi aku tidak mau buru-buru mengganggu."
Kata-kata itu membuat rahang Rian mengeras kaku, sementara Clara menelan ludah dengan susah payah.