Anak Rahasia Presdir Impoten
Duduk di kursi kayu menatap ke luar jendela yang mulai menunjukkan langit senja.
"Kalian jangan sampai biarin bocah itu kabur, mengerti?!" tekan Beatrice pada empat pengawal bayarannya.
"Mengerti, Nona!" sahut mereka berempat.
"Dan kamu, cepat bawa pergi mobil itu dari sini!" perintahnya kemudian sembari menunjuk mobil BMW hitam yang tadi membawanya.
"Baik, Nona."
Beatrice segera melangkah masuk ke dalam vila. Ia duduk di ruang tengah, menikmati kembali segelas anggurnya sembari terus menunggu panggilan dari seseorang.