Menuju Matahari
“Kan tadi aku sudah bilang mau mandi. Sana, pergi! Ini bukan tontonan! Kalau mau mandi juga, cari tempat lain! Tuh, di balik batu itu!”
Wisnumurti menoleh. Bagian yang lebih hilir memang berada di balik sebongkah batu raksasa sebesar pendapa. Air di sana juga cukup dalam dan tenang seperti di sini, bisa dipakai mandi. Ruas sungai dari air terjun memang berukuran cukup lebar. Dari tempat mereka berdiri, sungai itu bahkan terlihat mirip telaga kecil, yang kemudian berkelok menuju tempat di balik batu. Tepat di dekat kelokan itu sepertinya terdapat semacam kedung yang cukup dalam dan biasanya mengandung pusaran air yang cukup berbahaya.
“Betul juga. Aku juga mandi, ah. Pasti seger!”