Suami Warisan
“Apa itu bagus?”
“Yah, bagus, sih ….” Suara Rengganis mengawang, “aku suka mikir, gimana rasanya dipuji karena karyaku, enggak harus ada embel-embel ‘dia berbakat banget loh, padahal tampangnya enggak meyakinkan’, atau yang paling bikin sebel, ‘enggak nyangka ya, kamu bisa desain gaun secantik ini, padahal ….’ Sumpah, beneran! Aku tau apa isi titik-titik itu. Aku tau mereka mau bilang aku enggak cantik, beda banget sama gaunku yang cantik, sampai-sampai enggak mungkin aku pakai!”
Narendra tertawa kecil mendengarkan curhatan Rengganis, “Nyai, ingat kemarin kita bercinta dengan Nyai pakai gaunnya? Ingat tidak, saya sampai tidak bisa menahan diri waktu itu?”