Gerimis Bulan Desember
putusku gusar.
Aku menyendok sesendok tempe hitam itu. Tadi enak, sekarang hambar. Kenapa sih hatiku ini? Kok rasanya aneh, semacam sakit gitu. Berdebar, tapi kecewa. Namanya apa, ya?
"Kok sewot, kenapa sih? Cemburu, ya?" ganggunya polos.
"Cemburu? Aku aja nggak paham gimana arti cemburu," kilahku dingin.