Istri Rasa Pembantu
kata Kaif, suaranya penuh rasa hangat dan cinta.
Salwa masih merasa tidak puas, dengan wajah yang masih memerah, "Tetap saja, yang kau sentuh adalah bagian dari diriku!" gerutunya, cemburu kecil, laki-laki di depannya ini ada-ada saja alasannya.
Kaif tertawa kecil, lalu kembali berkata, "Namanya rezeki Mas, Sayang. Bisa menyentuh keduanya. Alhamdulillah, nikmat manakah yang kau dustakan."