Penyesalanku
bisik Uma di telingaku.
"Kita belah duren sekarang, mumpung Via lagi tidur," ucapnya, dengan tangan yang bergerak lincah melepas bajuku.
"Yang, kita mau ngapain? Nanti dilihat Via lho," protesku.
"Kamu kelamaan Mas, sekarang pasrah aja, biar aku yang belah durennya!"
Uma dengan cekatan melakukan semuanya, sret! sret! sret! Dan gool.....Akhirnya durennya terbelah juga, keperjakaanku sudah direnggut, Uma.
Hot Chapters