Berpisah Untuk Kembali
“Lantas, apa yang akan kamu lakukan setelah ini? Kamu tidak mengunci hidupmu pada satu poros, ‘kan?”
Aris menggeleng. “Aku akan pasrahkan hidupku pada Sang Pemilik Hidup. Apa pun takdir yang sudah Dia siapkan, akan aku terima dengan penuh syukur.”
“Good, aku yakin kamu pasti bisa.” Sindy menepuk bahu Aris, lantas pergi meninggalkannya. Namun, baru satu langkah, satu kata menahannya.
“Tungggu!”
“Ada apa?”