Jiwa yang Berbeda
Sorot matanya kini tajam, sejuk, namun menghunus layaknya sembilu.
"Selamat pagi, Pak Emran. Kami sangat bersyukur Anda sudah pulih sepenuhnya," sapa Pak Baskoro, Manajer Operasional.
Baskoro adalah tipe pria yang pandai bersilat lidah. Selama Emran absen, ia adalah tikus kantor yang paling kenyang, diam-diam membelokkan arus pemasukan ke kantong pribadinya. Ia mengulurkan tangan dengan senyum lebar yang dipaksakan, namun senyum itu membeku saat Adrian hanya menatap tangannya sekilas tanpa membalas jabat tangan tersebut.
Hot Chapters