Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hasrat Terpendam Keponakan Tuan CEO

Hasrat Terpendam Keponakan Tuan CEO

bisik suara berat dan seksi mengendurkan respons tegang Amarise. “Sial! Aku pikir orang berengsek yang ingin melakukan tindak pelecehan padaku!” ketus Amarise melirik sinis dari sudut matanya melihat Nic menarik kursi dan duduk nyaman di sana. Nic mengerling genit. “Oh, aku bukan orang berengsek, ya?” tanya pria itu jahil.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai bersikap
Baca
+Pustaka
Proyek alpha: bayang bayang kebenaran

Proyek alpha: bayang bayang kebenaran

Dia benar, tetapi nadanya terasa seperti menampar. ​"Baiklah," kataku, suaraku kembali rendah dan terkontrol, penuh penyesalan dan ketegasan. "Aku minta maaf. Aku tidak akan mengambil keputusan taktis mandiri lagi. Tapi aku akan tetap menjalankan peran umpan dengan efektif. Sekarang, bagaimana denganmu? Kau baik-baik saja di bawah karang itu?" ​Keheningan singkat sebelum Baskara menjawab, nadanya kini sedikit melembut.
660 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai bersikap
Baca
+Pustaka
Jiwa yang Berbeda

Jiwa yang Berbeda

Sorot matanya kini tajam, sejuk, namun menghunus layaknya sembilu. "Selamat pagi, Pak Emran. Kami sangat bersyukur Anda sudah pulih sepenuhnya," sapa Pak Baskoro, Manajer Operasional. Baskoro adalah tipe pria yang pandai bersilat lidah. Selama Emran absen, ia adalah tikus kantor yang paling kenyang, diam-diam membelokkan arus pemasukan ke kantong pribadinya. Ia mengulurkan tangan dengan senyum lebar yang dipaksakan, namun senyum itu membeku saat Adrian hanya menatap tangannya sekilas tanpa membalas jabat tangan tersebut.
849 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai bersikap
Baca
+Pustaka
Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

(*eksibisionis = Gangguan psikoseksual yang memberi dorongan, tindakan, fantasi pada pengidapnya untuk menunjukan kelamin kepada orang lain) “Bentar, bentar. Ini cuma perasaan gue aja apa kayaknya lo ngarep ketemu itu cewek lagi?” selidik Theo cepat tanggap dengan reaksi dari Ben. Diamnya Ben membuat Theo kembali berkicau. “Behhh, cakep ni jangan-jangan.”
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai bersikap
Baca
+Pustaka
Lara Cinta

Lara Cinta

BAB 39 Polos atau munafik? Sayangnya, Anira menyadari kalau dia tidak polos sama sekali. “Maaf, kalau aku salah bersikap tadi. Aku kelepasan. Tenang saja hal semacam itu tidak akan terjadi lagi.” “Apa benar segampang itu?” Zeva mendengus. “Kamu mau salah bicara berapa kali?” Anira tidak suka dipertanyakan seperti itu, dia ingin marah. Dia bisa saja marah, tapi dia tidak ingin melakukan itu.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai bersikap
Baca
+Pustaka
Rapuh

Rapuh

Harus dengan sikap yang baik dan tutur kata lemah lembut, jangan sampai membuat calon pelanggan tersinggung dengan tindakan atau pun penolakan yang dilakukan. "Sory, Gue udah emosi!" sergah Siska mengalah dan akhirnya kembali mendekatkan dirinya dengan Dimas. Dimas pun mengangguk pelan dan melempar senyum melihat tindakan Siska yang berubah hanya untuk mencari sebuah perhatian. 'Siska, jujur Gue nggak ikhlas kalau harus liat Lo seperti ini.' batin Dimas lagi-lagi memberontak.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai bersikap
Baca
+Pustaka
PEONY

PEONY

"Gimana? Bisa, gak?! Oh, wait. Gue gak nerima penolakan dalam hal ini, sih. Jadi bisa gak bisa, lo tetep harus dateng." "Taruhannya apa?" Biskara menanggapi enteng, terlihat santai dan masih kalem menghadapi emosi Bian yang berapi-api. "Gue lagi gak butuh recehan lo." Bian mendengus keras. "Gue bakal turutin tiga kemauan lo. Anything. Dan berlaku sebaliknya. Ada jeda beberapa saat sebelum senyum tengil terbit di bibir sang lawan Bicara. "Deal."
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai bersikap
Baca
+Pustaka
Rasa

Rasa

“Lah, biarin aja udah. Dari kemarin juga udah diajak ngobrol sama aja. Emang gitu kali anaknya.“ balas temannya. Sepertinya, banyak santri lain yang malas menanggapi Abi. Sikapnya sangat dingin. “Ho oh, biarin aja udah. Emang dia nyamannya sendiri gitu kali. Ustadz juga ngebiarin. Udah, biarin aja.” Saut teman lainnya yang mendengar. Abi sebenarnya mendengar perbincangan teman teman lainnya, namun ia sudah biasa mendapat hal yang sama sebelumnya. Abi hanya diam memilih mengabaikan. ******************
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai bersikap
Baca
+Pustaka
Tersesat

Tersesat

Perih yang mereka rasa selama ini ternyata tidaklah cukup, masih harus berhadapan dengan wajah-wajah arogan yang sama sekali tidak punya hati. "Mereka semua suket teki!" umpat Nay di dalam hati. Najwa yang nguntit di belakang Nay, ia berfikir keras. "Bagaimana Nay bisa terlihat begitu tenang? seprtinya ini bukan pura-pura tenang, karena auranya sangat kuat, sinar wajahnya penuh percaya diri." Najwa menatap Nay, bingung. Wajah bingung Najwa berubah saat Nay mengerling licik ke arahnya. Kini Najwa yakin, Nay akan memberinya kejutan.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai bersikap
Baca
+Pustaka
Menyerah

Menyerah

jawabku sedikit kesal, mendengar ucapan Mas Elman, yang kesannya menganggap sepele sikap Mbak Dita, yang jelas-jelas melampui batas. "Ayo makan! Kamu lapar kan?" Ini yang tidak kusuka dari Mas Elman. Sikapnya selalu ambigu, tidak jelas apa maunya. Andai saja dia bisa bersikap tegas, tentu Mbak Dita tidak akan seberani itu. * * * * * * * * * * * * * * *
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 692 kali sebagai bersikap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status