Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Buruk Rupa

Buruk Rupa

ancam Argan. "Nih berdua ngapa yak? Perasaan tadi disini sedang dalam permasalahan hukuman, kok malah kejatah-menjatah sih? Dikira apaan coba bininya? Astaga...! Tobat...! Neraka makin jauh!" batin Allen bingung. "Eh... eh... mulutnya! Ntar Bapak kasih cabe rawit mau?" "Nah! Kebetulan Pak. Saya suka yang pedas-pedas. Hot-hot gimana gitu yahkan Pak?" ucap Argan dengan cengirannya.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as beruang biru
Read
+Library
Pacarku CEO yang Posesif

Pacarku CEO yang Posesif

Apa dia miliknya seutuhnya sekarang? Biru terlihat sibuk, Sinta penasaran tapi malu bertanya. Kemudian Biru berbalik dan ternyata dia memakai pengaman dijuniornya. Biru menciumi wajah Sinta, kemudian turun ke leher, dia meninggalkan tanda di sana, lalu beralih ke bukit kembarnya yang kenyal dan bulat besar. Lidahnya berputar di area sekitar pucuk tersebut yang berwarna kecoklatan. Sinta tak tahan, ia merasa seluruh tubuhnya terasa ngilu dan seperti ada aliran listrik yang menjalar. Ia mendesah, dalam keadaan setengah sadar ia menarik Biru dalam dekapannya, namun terhalang oleh gipsnya, Biru menekuk lengannya kemudian bersiap ke bagian inti dari aktivitas mereka.
1012.9K viewsOngoingAdded to Library 257 Times as beruang biru
Read
+Library
Berondong Buleku

Berondong Buleku

Luna mendorong pelan Richo yang sudah duduk di sampingnya. "Aku gak ngagetin, kamunya aja yang ngelamun. Emang ada apa di atas sana?" Richo kini turut menengadahkan kepalanya. "Senja!" Tunjuk Luna pada langit. "Wah ... Kamu suka liat senja ya?" "Ehm! Warna jingga itu warna yang paling indah menurut aku." "Oke, kalau gitu, nanti kalau kita punya anak, cowok namanya Senja, kalau cewek Jingga. Gimana?"
102.5K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as beruang biru
Read
+Library
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

Burung-burung camar menari di udara, menyapa rombongan kecil mahasiswa yang baru tiba dari Jakarta. Di antara mereka, Valeri berdiri paling depan di dermaga kayu, rambutnya yang panjang berkibar ditiup angin laut. Matanya berkilat penuh pesona, seperti anak kecil yang baru menemukan dunia ajaib. “Lihat, Hil… airnya kayak kaca! Aku bisa lihat karang di bawah sana,” katanya dengan tawa yang melengking. Hilda tertawa, berjalan di samping Rayhan, pacarnya yang tampak sibuk menenteng kamera.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as beruang biru
Read
+Library
IBLIS BERMATA BIRU ( Pembalasan Sang Hantu Digital )

IBLIS BERMATA BIRU ( Pembalasan Sang Hantu Digital )

Ia merangkak masuk ke kolong tempat tidur besi yang dingin, meringkuk seperti janin yang ketakutan. Di depannya, di lantai semen yang basah karena sisa air pel, ia melihat pantulan matanya sendiri. Namun, dalam delusinya, pantulan mata itu perlahan berubah warna. Bukan lagi cokelat tua miliknya, melainkan biru es yang membeku. Mata Reihan menatapnya dari dalam lantai. Ardian memejamkan mata rapat-rapat, namun mata biru itu seolah tercetak di balik kelopak matanya. Ia membekap telinganya, namun bisikan dingin Reihan terus bergema di kepalanya.
916 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as beruang biru
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status