Two Side
katamu seraya melepaskan kemeja yang terkena noda merah.
Di ruangan itu, hanya ada satu meja dan satu kamar serta sepasang kursi. Cahaya yang disuguhkan pun sangatlah redup, bahkan tidak kelihatan bagi mereka yang memiliki penglihatan yang kurang baik. Katanya sikapmu sangatlah aneh, tidak seperti kebanyakan orang pada umumnya yang sangat takut atau bahkan membenci darah. “Benci atau suka, dua hal itu bedanya sangatlah tipis. Bahkan terkadang aku sendiri tidak bisa membedakannya. Selayaknya baik dan jahat, semua tergantung pada siapa yang menilai. Apa yang menurutku baik, belum tentu baik menurutmu. Karena itu, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan,” katamu seraya mendekati kasur di pojo