Suami Adikku, Mantanku
kataku sambil menunduk.
"Bukannya dari tadi sudah ngomong ya Dek? Kok pakai tanya segala. Kebiasaan kamu itu, tinggal ngomong aja kok, seperti dengan orang lain saja Dek kamu itu, hehehehe. Selalu ku katakan padamu, jujur itu harus, meskipun itu pahit, dan jangan ada kebohongan dalam rumah tangga kita. Karena satu kebohongan pasti akan di tutup oleh banyak kebohongan lainnya. Katakan saja, Insyaallah aku tak akan marah," katanya sambil mengusap pucuk rambutku.
"Adit itu adalah Rama, Mas. Laki laki yang dulu pernah menghancurkan hidupku, yang dulu pernah ku ceritakan padamu," kataku pelan.
Bab Populer