YOU
Kesya berlari dan langsung merebahkan diri di atas tempat tidur empuk itu, melepas penat sepanjang hari.
"Wah, nyaman sekali tidur di kasur mahal ini." monolog Kesya seorang diri, rasa lelah membuat kantuk segera menghampiri dirinya. Tak butuh waktu lama, kelopak mata Kesya sudah terpejam rapat.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Sean tanpa basa-basi.
"Tidak bisakah kau bersabar sedikit, Ben bahkan belum bernafas." ujar Dastan sedikit iba melihat Ben yang belum juga selesai menormalkan nafasnya.
Bab Populer