Desahan di Kamar Pembantu
Bagaimana tangannya meraba tubuh istrinya dengan kebutuhan yang begitu besar, campuran antara rasa takut kehilangan dan hasrat yang selama tiga bulan pernikahan ini selalu ia pendam rapi.
Indira tidak menolak. Bahkan sebaliknya, ia merespon dengan lembut, membalas setiap ciuman, setiap elusan, seolah ia tahu persis apa yang Bara butuhkan malam itu.
Bara menghela napas panjang. Rasa bersalah menggerogoti dadanya. Bagaimana tidak? Ia pulang dini hari dalam keadaan mabuk, meragukan kesetiaan istrinya hanya karena cemburu buta pada masa lalu, lalu bercinta dengan Indira dalam kondisi setengah sadar. Bukankah itu egois?