Cinta Yang Salah
"Kalau mencintai, Mas pasti bisa, tapi untuk memiliki, harapannya sangat tipis. Sebisa mungkin Mas akan berusaha memilikimu, meskipun hanya hatimu yang bisa Mas miliki,"
"Kenapa?" jawabku cepat, seraya menggenggam pergelangan tangannya. Kutatap matanya dalam-dalam, di manik matanya yang tajam, aku menemukan cinta yang besar dan terpendam disana.
"Tan, andai saja kita bisa bersama selamanya seperti ini, Mas akan sangat bahagia!" ujarnya lalu mencium keningku lagi. Dia tak lepas dari menciumi seluruh wajahku, di setiap gerakan dan ucapannya selalu diakhiri dengan kecupan.