Bujang Lapuk ( Malam Pertama dengan Om Perkasa )
"Ya, sudah. Ayo kerja."
Bujang hanya tersenyum kecil, Luqman kalau sudah kalah pasti mengalihkan pembicaraan.
Sementara itu di tempat lain, seseorang tengah menggerutu sendiri saat melihat penampakan dirinya di dalam cermin. Entah kenapa, bintik-bintik hitam selama dua hari ini memenuhi wajah dan kulit tubuhnya, seperti tompel yang ukurannya berbeda-beda, rasanya gatal dan mengeluarkan bau tak sedap. Sesekali tangannya menggaruk, setiap tompel yang digaruk mengeluarkan cairan bening yang berbau.