Menikahi Suami Palsu
Dia merasa bahwa hubungannya dengan Bimo masih belum benar-benar berakhir dan berkelakar kalau jodoh pasti bertemu lagi walau banyak badai yang merintangi.
Aku dan Bimo memang ditakdirkan bersama, pikir Risya.
"Ck, kamu ngelamun terus sih!" ketus Risya merasa diabaikan.
Ekor mata Bimo mengarah pada gadis bergigi gingsul itu, lantas meraih cangkir kopi yang sudah menjadi teman setianya tanpa kenal waktu. Menyesap sedikit cairan kehitaman yang terasa manis, segar seperti buah citrus di lidah turun ke lambung melalui kerongkongan, hangatnya kopi Arabika Kintamani salah satu minuman yang tidak boleh dilewatkan Bimo.
Hot Chapters