Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Bree memberi alasan sembarangan, lalu mulai menyendok makanan ke mulut. “Ah... kebiasaan buruk itu masih ada rupanya. Kau lebih suka camilan dari pada makanan besar. Rad, apa kau tahu? Bree biasanya mampu menghabiskan tiga puluh buah biskuit dalam sekali duduk?” Trey menunjuk telapak tangannya, untuk menggambarkan besar biskut yang dihabiskan Bree. “Ayah!” Bree menegur dengan wajah merah. Malu dan kesal ayahnya baru saja mengatakan hal memalukan seperti itu di hadapan Rad.
9.538.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai biskuit 3 bersaudara
Baca
+Pustaka
Para Pencari Kunci

Para Pencari Kunci

“Terserah.” Pemuda itu melemparkan biskuit rasa mentega yang hanya bisa kau dapatkan jika tinggal dekat kota. Aku membiarkan krim menteganya menempel di langit-langit mulut karena rasanya sedap. “Hari masih pagi,” ujar Egeten yang berdiri lambat-lambat. “Apa kalian juga pasrah anak-anak?” “Kami dikejar-kejar peserta lain,” kata Hughes.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai biskuit 3 bersaudara
Baca
+Pustaka
Istri Kecil CEO Dingin

Istri Kecil CEO Dingin

Tiga Mereka berlima meniup lilin itu secara bersamaan. Bee dan Bianna berjingkat senang. Bee memotong kue itu dengan pelan, pakai irama dan penuh perasaan sesuai dengan suasana hatinya saat ini. "Sayang, aku duluan!" pinta Bastian. Dia tidak terima jika Bee menyuapi ketiga anaknya duluan. "Ck, Daddy tidak bisa begitu. Harusnya Mommy menyuapi kami dulu!" protes Bara.
1036.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai biskuit 3 bersaudara
Baca
+Pustaka
GADIS PILIHAN CEO

GADIS PILIHAN CEO

Aku membelalak lebar, menutup mulut. "Bapak nggak bilang mau mampir!" "Kenapa harus bilang? Sesekali saya juga mau kenal keluarga kamu," Jawabannya sukses membuat pipiku merona. Dia masih tetap santai. Mengenal keluargaku katanya, memangnya penting? Dan sialnya di saat seperti ini jantungku malah berdebar kencang. Aku merutuk dalam hati. Tangan itu menunjuk tiga buah kue berbeda dengan ukuran sedang. Satu bertabur banyak coklat, bika Ambon dan satu lagi bertabur banyak krim.
1030.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 666 kali sebagai biskuit 3 bersaudara
Baca
+Pustaka
Dilangkahi Adik

Dilangkahi Adik

"Iya, Sayang. Iya." Setelah melakukan tiga tahap memasak adonan brownies yang berisi tiga layer, dengan adonan kedua yang dicampur menggunakan susu kental manis coklat, aku dibuat tak sabar saat hendak mengangkat brownies kukus yang telah matang sempurna dan siap dihidangkan setelah ini. Mama yang sedari tadi ikut menemaniku memasak brownies kukus ini, terlihat tak kalah antusias saat menyadari brownies sudah siap untuk diangkat dan didinginkan sebentar lagi.
1053.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai biskuit 3 bersaudara
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

Zaskia kembali tersenyum. Meski hati ini ia beberapa kali mendapatkan penolakan baik dari Satria ataupun Siska, namun sepertinya kali ini keberuntungan berpihak padanya. Ia yakin sedikit demi sedikit bisa mengambil hati Satria dan Siska secara bersamaan. Dan mereka akan kembali menjadi keluarga yang utuh. Sama seperti dulu. Ia mengeluarkan kue tart outerbloom bitter sweet strawberry cheesecake dari dalam paper bag dan memasangkan lilin dengan angka 22 di atasnya.
1076.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai biskuit 3 bersaudara
Baca
+Pustaka
Jodoh di Tangan Mama

Jodoh di Tangan Mama

“Tolong ambilin biskuit yang ada di rak samping kulkas ya, Tha. Kalau ada makanan yang kamu mau selain itu, sekalian ambil aja.” Athalia menurut dan membawa dua stoples berisi biskuit dengan varian rasa yang berbeda. Biskuit itu adalah makanan yang Athalia bawakan dari Jakarta kemarin. Saat Asa sedang mandi di sore hari, Athalia bertemu dengan Padma yang belum lama pulang dari supermarket dan memberikan biskuit dari toko kue favorit Padma.
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai biskuit 3 bersaudara
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

“Susunya enak. Manis.” “Biskuitnya bagaimana?” tanyaku. “Gandum. Enak kalau pakai susu.” “Sepertinya aman,” kataku, melaporkan seolah mereka tidak lihat. “Fal, saat kami bicara serius, jangan tiba-tiba bicara, ya. Dengarkan saja.” “Hm-mm,” angguk Fal, mematahkan biskuit. “Apa maksudnya kepercayaan kita diuji?” tanyaku, kembali ke topik.
1019.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 660 kali sebagai biskuit 3 bersaudara
Baca
+Pustaka
Suami Bersama

Suami Bersama

Walau besar di keluarga yang serba kecukupan, bahkan ayahnya mempunyai toko material yang besar, namun ia tetap ingin mempunyai usaha sendiri. "Aku mau mewujudkan cita-citaku saat kuliah dulu," sahut Adrian. "Tapi ... usaha orang tuamu juga sangat berkembang. Kenapa gak kamu kelola?" "Usaha itu, tidak cocok untukku. Lagipula ada kedua adikku yang mengelolanya." Adrian tiga bersaudara, semuanya laki-laki. Dia anak tertua di keluarganya. Sebagai anak pertama, ia sangat mandiri.
1076.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai biskuit 3 bersaudara
Baca
+Pustaka
SUAMI BERSAMA

SUAMI BERSAMA

Mas Tris selingkuh dengan wanita tua, lagi? “Jangan berlebihan gitu ah,” kata Mas Tris sambil tersenyum dan mulai menikmati makanan yang sudah disipakan. “Memangnya kenapa? Biasanya juga kamu duluan yang minta, sekarang giliran aku yang nawarin malah dibilang berlebihan. Serba salah terus,” kata Bude Kanti mulai merajuk. “Kamu ini mau nyiapin makanan buat prasmanan apa buat dua orang sih sampai sebanyak ini?”
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai biskuit 3 bersaudara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status