Bimbingan Malam Dengan Dosenku
Namun, saat tangannya merogoh ke dalam, jemarinya menyentuh kain yang terasa sangat halus, licin, dan dingin.
Reihan menarik benda itu keluar. Seketika, matanya membulat sempurna. Pupilnya melebar, menatap sepotong pakaian yang kini tergantung di tangannya. Itu bukan pakaian biasa. Itu adalah sebuah lingerie berbahan lace hitam yang sangat tipis, hampir transparan, dengan potongan yang sangat minim dan berani.
"Apa ini..." ucap Reihan dengan suara serak, hampir menyerupai bisikan yang tertahan di tenggorokan.