Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Surgaku Yang Hilang

Surgaku Yang Hilang

balas Pak Kyai dengan napasnya yang masih tersengal-sengal. "Tapi kapan, Bah? Kapan? Umi bener-bener nggak kuat, Bah. Umi malu sama Siska." Umi mengusap kedua sudut matanya yang mulai berair. Dan untungnya Haris pun sudah datang dengan membawa obat Pak Kyai. Ia langsung membukanya dan memberikan obat itu agar bisa segera diminum. "Pelan-pelan, Abah! Ayo Haris antar ke kamar aja! Abah harus istirahat," seru Haris, ia meletakkan Aqila di atas kursi lalu memapah Pak Kyai untuk masuk ke dalam.
1038.9K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as bleach kyōraku
Read
+Library
Kinan

Kinan

Darren memberikannya sebuah celemek berwarna merah muda dan memaksa membantu memakaikannya ke tubuh Kinan meski wanita itu telah menolak. Satu yang Kinan sudah tau pasti, Darren adalah tipe seorang pemaksa. "Lalu sekarang?" Darren kembali menyeringai, kini ia mengambil beberapa bahan makan di dapur dan menaruhnya di hadapan Kinan. "Kita akan memotong ini dengan pelan-pelan." Tidak paham, Kinan hanya diam dan mengambil pisau yang pria itu berikan. "Dipotong saja?"
108.2K viewsOngoingAdded to Library 303 Times as bleach kyōraku
Read
+Library
Marga Kuromori

Marga Kuromori

Pak Orochi melangkah pelan untuk mengambil satu saja katana yang sedikit berkarat sebab Isae jarang merawat katana peninggalan sang ayah. “Pak Orochi, tolong kembalikan katana itu,” pinta Isae setelah berhasil menyusul langkah cepat Pak Orochi. “Tidak Mishima, aku pinjam katana ini.” “Untuk apa? Dan namaku Isae!” “Membunuh Rogiku.” Mata Isae membulat lebar. “Ke .... kenapa?” “Dia yang membunuh Naoki. Ayo Mishima, bantu aku.”
103.6K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as bleach kyōraku
Read
+Library
Kuro Dan Naga Warisan

Kuro Dan Naga Warisan

"Ayo tunjukkan padaku seberapa kuat kau sebenarnya!" Kuro menutup matanya sejenak, lalu membuka kembali dengan cahaya biru menyala di irisnya. Ia mengangkat pedangnya tinggi ke udara dan mulai merapal jurus terlarangnya. "Rakuen no Tenshō!" serunya. Energi biru membentuk pusaran di sekeliling pedangnya sebelum ia mengayunkannya ke arah Raizen. Gelombang cahaya suci melesat cepat, menghantam lawannya dengan kekuatan luar biasa.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as bleach kyōraku
Read
+Library
Hayu

Hayu

“Ish,, bedakku luntur. Lagian ngapain sih, di tempel di keningku, bedakku bukan bedak waterpruf.” “Biar kepalamu dingin, makanya aku menempelkannya di keningmu, biar omongan kamu nggak ngawur. Memang sejak kapan, kamu memakai bedak, setahuku kamu cuma memakai pelembab dan sunblok, apa kamu benaran mau menggoda saya, makanya kamu memakai bedak?” tanya Candra setengah menggoda Hayu. menyeruput es boba rasa taro kesuakaannya.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 200 Times as bleach kyōraku
Read
+Library
Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

"Blaaarrr!" Dua energi saling menghantam dan mengalahkan. "Blaaarr!" Shinta naik ke langit melebarkan lima sayap Naga Kegelapan, armor Dewi Naga kegelapan membungkus Shinta semakin kuat dan semakin kuat tekanan yang dia berikan kepada Alam kematian. "Kaguya Akemoni yume!" teriak Kaguya Yuki muraya (Kaguya Izanami)
103.7K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as bleach kyōraku
Read
+Library
KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH Written by David Khanz Part 2 ——————————————————— Tok! Tok! Tok! "Dek, bukain pintu, Dek!" seru Rehan begitu tiba di rumahnya. Wajah lelaki itu tampak pucat pasi disertai dengkus napas cepat turun-naik mengguncang dada, seperti tengah dilanda ketakutan. "Dek Shanti!" Kali ini suara Rehan lebih meninggi. "Cepet bukain pintu, Dek!"
102.2K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as bleach kyōraku
Read
+Library

Frequently Asked Questions

I've always felt like Shunsui's evolution gets talked about less than the more flashy power-ups, but it's way more subtle and interesting. Early on, he's this laid-back captain who seems reluctant, right? But every fight peels back a layer. Against Stark, he's still playing games but you see the sadness underneath—the weight of being an older, experienced fighter. Then with Lille Barro, it's not just a new bankai; it's him finally accepting that sometimes being a leader means using the ugliest, most unfair tools you have, even if they go against your nature. His bankai's four acts are a metaphor for that acceptance of all aspects of battle, even the ones he hates.

It's less about him getting stronger physically and more about his relationship with his own power deepening. His zanpakutō's games reflect that—they start as playful tricks but become deadly serious rituals. The evolution is in his eyes, in the moments he stops smiling.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status