Darah dan Takdir
Darahmu bukan darah mereka.
Tiba-tiba, pemandangan di sekelilingnya berubah. Ia tidak lagi berada di dalam kamarnya, tetapi berdiri di tengah ladang luas yang dipenuhi bunga-bunga liar berwarna merah keemasan. Angin berhembus, membawa aroma tanah basah dan dedaunan yang mengering. Di tengah ladang itu, seorang perempuan berdiri dengan gaun putih panjang yang berkibar tertiup angin. Wajahnya samar, seolah tertutup bayangan yang tak mampu ditembus oleh cahaya bulan. Namun, suara yang keluar dari bibirnya terdengar jelas.
Cari kebenaranmu, Sari. Sebelum semuanya terlambat.
Hot Chapters