Ibu Susu Untuk BOSKU
Ketakutan merayap lebih dalam, dan sebelum aku sempat menyadari apa yang terjadi, sesuatu yang dingin dan kasar tiba-tiba masuk ke dalam tubuhku, menembus bagian paling rapuh dan intim.
Aku menjerit, tangisku pecah tanpa terkendali, tubuhku bergetar hebat. Rasanya sakit, begitu menghina.
"Tolong... jangan..." isakanku terdengar parau, namun dia tidak berhenti.
Dengan setiap hentakan kasar yang menyakitkan, suaranya kembali menyerang, penuh kebencian dan cemooh.
"Apa kau melakukan ini dengan Mr. Wei, Sonia? Apa kau serahkan tubuhmu padanya, seperti ini?"