Roh Dewa Perang
“7 juta woi, banyak amat bunganya, ini, mah, ngalah-ngalahin pinjol.”
“Bunga berbunga setiap hari kalau tak tak bisa membayar. Siapkan saja nyalimu aku akan menghantuimu setiap hari.” Mata kuning Arsa berkedip sebelah.
“Astaga, dosen ganjen ini mah. Sabar, sabar, daripada hutangmu berbunga lagi. Pokoknya aku tetap bayar tujuh juta titik.”
Hira ngekorin Arsa kemanapun laki-laki itu melangkah. Dari sebuah keranjang berganti menjadi kereta dorong. Apa aja dibeli sama Arsa, termasuk pakaian dalam perempuan.
Bab Populer