Ibu Susu Bukan Pengganti
Gadis itu, Sesya menyapa dengan tersenyum ceria.
"Non Sesya?"
"Iya, ini aku, Bi. Aku bisa ketemu sama Lina dan Carlo, kan?" tanya Sesya yang sudah berdiri di dekat sofa.
"Bisa, Non. Sebentar saya panggilkan ya? Duduk dulu, Non," kata ART itu dengan sikap sopan. Dijawab anggukkan oleh gadis itu dan duduk. Dia menyapu isi rumah mewah milik Emas, ada beberapa bingkai foto yang berdiri di dalam lemari etalase lalu belakangnya banyak barang dan patung kecil yang antik. Sesya beralih melihat ke dinding, hanya tertempel bingkai beberapa lukisan.