Terpaksa Menikahi Ibu Guruku
Bimo menjeda kalimatnya dengan deheman.
“Itu berarti, lo ngga ada artinya buat dia.”
Hah? Aku melotot. “Kok bisa?”
“Yaiyalah, lo liat cewek-cewek, ketemu siapa aja pasti saling cium pipi, cipika-cipiki. Jadi, kalo lo, em maksudnya temen lo itu dicium di pipi, itu artinya dia sama aja seperti kebanyakan orang dalam kehidupan si cewek.” Penjelasan panjang Bimo membuatku menarik napas, seperti menahan kecewa. Ah masa iya aku kecewa?