Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda
"Baskara itu cerdas, Tuan.
Dia paham sedikit soal seni, dia punya selera. Kalau saya bawa dia ke perkumpulan nyonya-nyonya pejabat di Schouwburg, saya tidak akan malu. Tapi kalau Pak Rahmat atau Pak Jono ... aduh Tuan, mereka itu kaku, bicaranya kasar, memalukan kalau diajak bicara soal tari apa lagi lukisan modern."
Tuan Broto menghela napas panjang, kepulan asap cerutunya membumbung ke langit-langit ruangan. Kali ini, ia nampak tidak goyah oleh pijatan maupun rayuan Sari yang biasanya ampuh.
"Sudahlah, Sari. Jangan kekanak-kanakan," ujar Tuan Broto dengan suara berat yang mutlak, nada yang menandakan perdebatan telah usai. "Sekar itu masih baru di Djakarta. Dia butuh teman bicara yang dia
Hot Chapters