Hot Brother
ucap sang ibu kemudian melambai pada kedua putra-putrinya.
Selepas kepergian kedua orang tuanya itu, Erik menoleh pada Kalila kemudian mencengkeram dagunya. “Kamu mau mengadukan apa, hm?” tanyanya.
Kalila mengernyit sakit. Kedua tangannya menahan jemari sang kakak yang seolah akan mengoyak bagian wajahnya. “Kak Erik sakit,” keluh gadis itu dengan meringis.
Erik tersenyum sinis, melepaskan dagu gadis itu kemudian memberikan tatapan tajam. “Adukan saja jika kau berani, dan kau akan mendapatkan hukuman karena itu,” ancamnya.