Suamiku, Ustad Bucin
tanya Hamzah, padahal ia sudah tahu jawabannya.
“Semester dua Ustad.”
“Jangan panggil ustad, kayak sama santri, panggil Abang aja.”
“Iya Bang.”
“Bukan bang, tapi Abang!”
“Baik, Abang.”
“Nah, begitu kan enak didengar.” Ujar Hamzah sambil tersenyum jahil.
Ada rasa dongkol juga canggung, tetapi berusaha ditutupi oleh gadis yang baru saja menyandang gelar istri itu.