Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

ucapku bersamaan dengan Bayu agar kaki kita melangkah dengan sama. Bisma dan Gracia rupanya juga kompak sekali memainkan permainan ini. Aku yang semula memegang bahu Bayu kini pindah memegang pinggul Bayu agar kita bisa lebih erat dan lebih cepat melangkahkan kaki. Dari jauh Lingga semakin geregetan melihat tanganku memegang pinggul Bayu, Pak Pram yang melihatnya semakin tertawa melihat Lingga yang kekanak - kanakan. Sementara Lingga seperti itu, aku malah tidak menyadari dan terus fokus dalam permainanku.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai buci
Baca
+Pustaka
Wagiman

Wagiman

ucapku saat masuk ke dalam kantor BMI. “Wallaikumsalam Bapak, silahkan masuk,” jawab seorang laki-laki dari dalam. “Saya Wagiman, kemarin dihubungi oleh BMI katanya saya keterima kerja disini,” ucapku sedikit gugup. “Oh.. saya Deny Bapak, Bapak Wagiman tunggu dulu ya,” jawab laki-laki muda itu.
9.29.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai buci
Baca
+Pustaka
Skandal Panas: Akan Kubuat Mereka Menyesal!

Skandal Panas: Akan Kubuat Mereka Menyesal!

"Bajingan sialan!" tbc
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 794 kali sebagai buci
Baca
+Pustaka
Sang Putri Naga

Sang Putri Naga

"B-baik" Menuju ke Aquillio. TBC
5.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai buci
Baca
+Pustaka
LUKA

LUKA

Hanya saja ia enggan untuk melarang mengingat statusnya yang hanya seorang pelayan membuat Bi Inem tidak ingin mencampuri urusan Nara terlalu dalam. "Non, Bibi suapin ya?" bujuk Bi Inem yang hanya dibalas gelengan. Helaan napas terdengar, Bi Inem mengambil satu bubur dan mulai mengaduknya, meniup agar bubur itu dingin.
87.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai buci
Baca
+Pustaka
Bicara

Bicara

ucap Arya "Kita semua juga balik, Bi!" sahut teman-temannya yang lain. Bian yang masih terlihat meneguk air mineralnya, segera menutup botolnya. "Oke, hati-hati. Thanks udah gabung!" Ucapan Bian tersebut, hanya dibalas lambaian tangan dari mereka, yang sedang berjalan meninggalkan lapangan.
7.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai buci
Baca
+Pustaka
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU 28 "Mama!" Mama duduk terkulai di lantai dengan pecahan botol minuman yang berserakan di mana-mana. Kamar seperti habis terkena angin puting beliung. Kaca meja rias pecah, isinya yang merupakan botol-botol perawatan wajah dan tubuh, juga make up dari brand ternama, bergelimpangan tak berdaya di lantai
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 371 kali sebagai buci
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

Mata Bu Citra melotot sempurna ke arah Bik Karmi. "Maaf, Nyonya. Tapi tadi 'kan Nyonya tidak bilang kalau telur dadarnya tanpa cabe, saya kira semua suka cabe, soalnya kan minta sambel yang pedes juga," jawab Bik Karmi lirih. "Pembantu b***h ya kamu, dibilangin malah ngeles...! Kupecat juga kamu..!" Tangan Bu Citra sudah melayang, bersiap menampar Bik Karmi.
30.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai buci
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status