Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gairah di Ketinggian Sepuluh Ribu Meter

Gairah di Ketinggian Sepuluh Ribu Meter

Pada ketinggian sepuluh ribu meter. Kedua kakiku terbuka lebar, bersandar pada dada yang bidang dan keras, membiarkan "area sensitif" yang butuh ditenangkan milikku terekspos tanpa penutup. "Pelatih, aku ... aku lupa melepas mainan itu, rasanya sakit sekali." Jemari yang terbungkus sarung tangan hitam legam mulai meraba masuk. "Aku akan membantumu mengeluarkannya sekarang dan meredakan rasa sakitmu. Kamu mau?"
1.7K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as bukan mainan
Read
+Library
Kesempatan Di Balik Suamiku Yang Buta

Kesempatan Di Balik Suamiku Yang Buta

“Nggak boleh, aku ini kakak iparmu….” Setelah suamiku kehilangan kemampuannya sebagai pria sejati akibat kecelakaan, aku sering menangis tersedu-sedu di larut malam. Sahabat suamiku merasa iba, lalu naik ke ranjangku di tengah malam. “Kakak Ipar, terlalu sering menggunakan mainan seperti itu bisa merusak tubuhmu. Biar kubantu saja.” Sambil berbicara, dia langsung mengangkat kedua kakiku dengan kasar….
1.6K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as bukan mainan
Read
+Library
Perjanjian Panas dengan Bos Arogan

Perjanjian Panas dengan Bos Arogan

Aluna Freya tak pernah menyangka akan bertemu kembali dengan Ethan Winston, pria yang dahulu pernah merundungnya semasa SMA dan juga ... ayah dari anaknya. Di dalam pusaran hasrat, Wakil Direktur Utama Wisnton Corp. itu bahkan menawarkan sebuah perjanjian pada Aluna yang kebetulan harus membiayai operasi sang anak. Lantas bagaimana kisah keduanya? Akankah Aluna bersedia menjadi mainan Ethan seperti dulu?
1066.0K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as bukan mainan
Read
+Library
Menyerahkan Gairahnya Padanya

Menyerahkan Gairahnya Padanya

Pada hari jadi pernikahan pertama kami, aku baru menyadari bahwa sekotak pengaman yang kubeli sebelum pernikahan sudah lama kedaluwarsa. Tidak akan ada yang percaya, suamiku yang seorang mafia, Alvaro Munandar, dan aku belum pernah berhubungan seks. Jadi, aku mengumpulkan keberanian untuk membeli satu set piyama seksi. Setelah tiga gelas wiski, begitu Alvaro mendorong pintu masuk, aku memeluknya erat-erat. “Sayang,” bisikku di telinganya. “Tidurin aku hari ini, aku menginginkanmu...” Tetapi Alvaro menepis tanganku dengan dingin dan kejam, seolah-olah sedang mengeluarkan pistol. “Raina, kamu pelacur ya?” “Melakukan hal-hal yang tidak tahu malu berulang kali. Jika kamu benar-benar kesepian, aku akan memesankan beberapa mainan agar kamu bisa bermain sepuasnya.” Wajahku langsung pucat dan aku membeku. Aku tidak mengerti kenapa seorang istri dianggap 'pelacur' ketika dia meminta belaian dari suaminya. Malam itu, aku meringkuk di sofa dan tak kuasa menahan diri untuk mengunggah sesuatu di media sosial. [Suamiku memiliki fungsi seksual normal, kenapa dia tidak menyentuhku setelah menikah?] Seseorang berkomentar, [Mungkin suamimu punya istri lain.] Komentar itu seperti pisau, menusukku hingga tersadar. Aku tiba-tiba menyadari, mungkin bukan karena aku kurang menarik secara seksual, melainkan karena dia memang bukan milikku. Saat aku menekan tombol hapus akun, aku juga memutuskan untuk pergi. Tetapi siapa sangka bahwa pria yang tidak pernah melirikku akan menjadi gila dan mencariku setelah aku menghilang. “Raina, setelah kamu pergi, aku tak pernah bisa ereksi lagi!”
6.5K viewsCompletedAdded to Library 215 Times as bukan mainan
Read
+Library
Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

Aku mengalami kram menstruasi dan memesan obat pereda nyeri. Di aplikasi, pengantarnya tertulis seorang pengendara wanita, tapi yang datang ternyata seorang pria mabuk. Kali ini, aku tidak menelepon dua kakakku untuk meminta bantuan. Langsung saja aku melapor ke polisi. Di kehidupan sebelumnya, kedua kakakku bukan hanya memanggil semua pengawal pribadi yang ada, tetapi mereka sendiri juga buru-buru kembali. Akibatnya, mereka melewatkan drama panggung yang dimainkan oleh adik angkat mereka. Adik angkat mereka begitu sedih hingga dia menusukkan tombak mainan ke dirinya sendiri di atas panggung dan membuat dirinya terluka parah. Kedua kakakku mencoba menghiburku, "Jangan merasa bersalah. Setidaknya kamu tetap selamat." Namun, di balik itu, mereka mengikatku dan menyerahkanku kepada sekelompok pria mabuk. "Cuma pria mabuk, 'kan? Kamu bisa mengusirnya sendiri. Kenapa harus manggil kami? Sekarang lihat akibatnya. Kalau Hilda meninggal, kamu juga jangan berharap bisa hidup!" Ketika aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana pria mabuk itu mengetuk pintuku. Kali ini, aku tidak menelepon mereka. Mereka akhirnya bisa menyaksikan drama panggung adik angkat mereka, memberi dukungan dan semangat. Namun, setelah drama itu selesai, mereka malah menyesal.
7.8K viewsCompletedAdded to Library 188 Times as bukan mainan
Read
+Library
Sistem Cha-boel 69:  Pemuas Wanita Cantik

Sistem Cha-boel 69: Pemuas Wanita Cantik

Rian hanyalah pemuda polos di bagian Quality Control (QC) mainan dewasa. Pekerjaan yang tidak dia sukai karena merasa tertipu, sampai dirinya menemukan rahasia paling kelam bosnya. Pelanggan utama produk pemuas itu adalah Arum, sang CEO janda yang dingin dan sulit disentuh. Malam itu, sebuah kesalahan produksi memaksa Rian mendatangi kediaman Arum. Di tengah suasana yang memanas, sebuah suara dari hologram berlayar biru mendadak bergema di kepala Rian. [Sistem Inisialisasi: Gantikan produk yang rusak. Target: Sang Ratu Es!]
106.4K viewsCompletedAdded to Library 250 Times as bukan mainan
Read
+Library
Dikelilingi Lima Wanita, Aku Pilih Semua

Dikelilingi Lima Wanita, Aku Pilih Semua

(Khusus dewasa++) Berniat memperbaiki ekonominya, namun Vino terjebak di pabrik pembuatan mainan dewasa. Godaan dari rekan kerjanya datang silih berganti. Hasratnya sebagai lelaki normal selalu bangkit setiap harinya. Tak hanya itu. Vino dihadapi dengan kejadian mengerikan di dalam pabrik itu. Kejanggalan yang membuat Vino merasa ada sesuatu yang tidak beres di pabrik tempatnya bekerja. Akankah Vino bisa menghadapi godaan itu? Ada apa dibalik Pabrik Sutra Prima?
894 viewsOngoingAdded to Library 34 Times as bukan mainan
Read
+Library
Tawanan Bilik Panas Tuan Penguasa

Tawanan Bilik Panas Tuan Penguasa

Dijual keluarganya demi utang, Araya dipaksa menjadi pembantu di rumah Adrien Valmer—pria kaya raya yang kejam dan gemar menguasai segalanya. Adrien menatapnya seperti mainan baru. Kata-katanya menusuk, sentuhannya membakar, hingga Araya tak lagi tahu apakah ia harus membenci… atau merindukan pria yang menjadikannya milik. “Kau tak pernah punya pilihan, Sayang,” bisik Adrien di telinganya. “Tapi kau bisa memilih… bagaimana cara membuatku puas.” Dalam jerat antara kebencian dan gairah, Araya harus menemukan kekuatannya—atau tenggelam dalam permainan cinta yang berbahaya.
10543 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as bukan mainan
Read
+Library
Love Breaking Contract

Love Breaking Contract

Fiona Arvisaka, seorang Event Manager di sebuah EO ternama sedang berbahagia karena jerih payahnya selama lima tahun bekerja tanpa cuti akhirnya terbayar juga, Fiona akan naik pangkat! Namun, ketika kenaikan pangkat sudah di depan mata, dia dihadapkan dengan kejadian tak terduga yang menjungkir-balikkan rencana hidupnya. Siapakah laki-laki tidak sopan yang menuduhnya perempuan nakal ketika tidak sengaja masuk ke kamar yang salah? Apakah berpacaran kontrak dengan laki-laki tidak sopan itu masuk akal? Dan yang terpenting, bisakah mereka membalaskan dendam orang-orang tidak bersalah yang hidupnya dijadikan mainan oleh orang yang berkuasa?
1.7K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as bukan mainan
Read
+Library
Ayah Tiriku jadi Dosen Matematikaku

Ayah Tiriku jadi Dosen Matematikaku

"Ah ... Mas, pelan-pelan, jangan sampai kedengaran Nana." Demi mencari sensasi, ibu dan ayah tiriku nekat bercinta di ruang tamu. Pak! Pak! Pak! Bunyi hantaman kulit yang makin intens terus terngiang di kepalaku, membuatku secara refleks menjepit bantal dengan kedua paha. Suara dari luar ruangan itu terdengar makin keras, hingga bantal tidak lagi mampu memuaskan hasratku. Aku akhirnya mengeluarkan mainan kecil dari bawah bantal, lalu mulai menjelajahi tubuhku sendiri dengan sepuas hati. Aku pun tidak menyangka kalau nantinya aku benar-benar bisa mewujudkan keinginan untuk mendesah di bawah tubuh ayah tiriku sambil berseru, "Ayah, pelan-pelan ... keras banget."
10.5K viewsCompletedAdded to Library 219 Times as bukan mainan
Read
+Library
PREV
1
...
4445464748
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status