Pesan Kotor Di Laptop Anakku
Kulihat, Mas Bram sibuk merogoh saku celana bahan yang dia kenakan.
Pria itu mengeluarkan dompet kulitnya dan menyodorkan lima lembar uang pecahan seratus ribuan kepadaku. “Ini buatmu,” katanya dengan suara lembut.
Yang kubutuhkan adalah lima juta, bukan lima ratus ribu. Namun, ketika Mas Bram menyodorkannya kepadaku, aku sama sekali tak merasa marah atau keberatan. Aku malah senang, sebab perhatiannya yang kunilai cukup besar tersebut.