SUAMI TOXIC
jawab Bu Sri ramah.
“Semuanya jadi lima puluh lima ribu, War.”
“Iya, Bu. Ini uangnya,” Kuserahkan satu lembar uang seratus ribu.
“Ari makin besar, makin gemesin. Pipinya itu, tembem banget,” ucap Bu Sri sambil mencolek pipi Ari.
“Iya, Bu. Makin berat nih gendongnya,” jawabku tertawa kecil.
“Ssstt … Mawar. Kamu jangan dengerin omongan ibu-ibu tukang ghibah itu. Masuk kuping kiri, keluar kuping kanan saja,” Bisik Bu Sri pelan.
Hot Chapters