Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Aku bisa merasakan panasnya tatapan dari seluruh ruangan—terutama satu tatapan tajam dari arah dua baris depan, Alya.
Aku menelan ludah, memaksa tersenyum kaku. “Em, hari ini kita bahas tentang—”
Otakku tiba-tiba blank.
Safa di sebelahku berdehem pelan, memberi kode dari balik buku catatan. Aku menunduk sedikit, berusaha membaca tulisannya. “Kasus gangguan metabolik,” bisiknya lirih.
“Eh, tentang gangguan metabolik, Dok,” ulangku cepat, berusaha terdengar meyakinkan.