Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PUTRI TUNGGAL TUAN CEO

PUTRI TUNGGAL TUAN CEO

Ketiganya berjongkok, berdoa dan menaburkan bunga. Dalenna menggandeng tangan Kaili dan Dirra dalam perjalanan pulang, seperti biasa hatinya berbunga-bunga dan dia bernyanyi dengan nada riang. “Ya ampun, lagu apa itu yang lagi dinyanyiin?” Tanya Dirra, membuka pembicaraan di tengah nyanyian putri kecilnya. “Ibu guru kemarin nyanyi ini! Judulnya burung gereja!”
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai bunga desa lirik
Baca
+Pustaka
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Sebagian besar masih menguncup, indah. Aku sudah sampai di tengah-tengah tangga sewaktu mendengar Kenzy berbicara dengan mengeraskan suara, "Marcella, let's enjoy our time?" Yeaaahhh, enjoy lah sana! Tap, tap, tap! Sambil menahan napas, aku melanjutkan langkah menaiki tangga hingga akhirnya menapak di anak tangga teratas. Sekali lagi, aku memandangi wallpaper kebun tulipku. Dari atas sini terlihat seperti lembah yang berwarna. Hehe. Seperti syair lagu Cinta Sejati saja, jadinya? Itu, yang dinyanyikan Bunga Citra Lestari. Lembah yang berwarna membentuk melekuk memeluk kita, dua jiwa yang melebur jadi satu, dalam kesucian cinta. Eh, benar nggak sih begitu, syairnya? Google Search, check!
1020.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 831 kali sebagai bunga desa lirik
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN SEORANG ISTRI

PEMBALASAN SEORANG ISTRI

Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara Kamu yang buat hatiku bergetar Senyumanmu mengartikan semua Tanpa aku sadari Merasuk didalam dada Cinta karena cinta Tak perlu kau tanyakan tanpa alasan cinta datang dan bertahta Cinta karena cinta Jangan tanyakan mengapa Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara Ooo-ye-ye Cinta karena cinta Tak perlu kau tanyakan tanpa alasan cinta datang dan bertahta Cinta karena cinta Jangan tanyakan mengapa Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara Mereka bernyanyi bersama, namun pikiran Bagja kosong entah kemana, beberapa kali dia salah lirik. Ada juga dia tertinggal nada, penampilan terburuknya sepan
9.927.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai bunga desa lirik
Baca
+Pustaka
Menikah Tanpa Cinta

Menikah Tanpa Cinta

So as long as I live I love you (Selama aku hidup, aku mencintaimu) Will have and hold you (Akan memiliki dan memelukmu) You look so beautiful in white (Kamu terlihat sangat cantik bergaun putih) And from now to my very last breath (Dan mulai sekarang hingga akhir napasku) This day I'll cherish (Hari ini akan kukenang) You look so beautiful in white (Kamu terlihat sangat cantik bergaun putih) Tonight (Malam ini) Oooh oh .. (Lirik end) Nima akhirnya meneteskan air mata begitu nyanyian selesai dan keduanya tiba dipelaminan. Galang buru-buru memberinya sapu tangan yang ada di saku celana. Satu tangan Nima memegang buket bunga putih sementara tangan satunya menyeka air mata.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai bunga desa lirik
Baca
+Pustaka
Gaun Pengantin

Gaun Pengantin

“Pak Andrew, angin apa yang membawa Anda datang kesini? Anda adalah dermawan desa kita. Kita pun bingung akan cara untuk membalas kebaikanmu.” “Hahaha.... Kepala Desa terlalu sungkan. Hari ini aku datang bermohon kepada kalian untuk membantu sesuatu.” Mendengar ini, Kepala Desa langsung menjadi serius dan berkata, “Katakan saja, Pak Andrew. Maupun harus menjalani percobaan yang berat, Anda hanya perlu memberi perintah, maka satu Desa Bunga Persik akan menjalaninya.” “Sebenarnya bukan masalah yang begitu besar.” Andrew membuka mulut berkata, “Aku hanya ingin meminta kalian bantu untuk memainkan sebuah pertunjukkan.”
1012.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai bunga desa lirik
Baca
+Pustaka
My Handsome Partner

My Handsome Partner

Kata Senja "Baiklah. Apakah anda bisa membantu saya untuk bertemu dengan kepala desa disini? Sepertinya saya akan menginap sementara di desa ini," Kata Senja lagi "Tentu saja. Mmm apakah ibu ini bersamamu?” tanya Bayu menunjuk Ibu Upe "Iya. Kami bertemu di dalam hutan. Apakah anda masih ingat? Saat kita bertemu diatas pohon, saya lebih dulu membebaskannya dari dalam kepompong sebelum anda," Kata Senja
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai bunga desa lirik
Baca
+Pustaka
Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Tak Terkalahkan Sejak Lahir

"Dermawan saya!" Xiao Hu dan yang lainnya bergegas masuk ke halaman, menatap Lin Yang dengan rasa enggan di mata mereka: "Aku dengar dari kepala desa bahwa kau akan meninggalkan Desa Bunga Persik!?" Apakah kamu benar-benar akan pergi? "Ya." Lin Yang tersenyum tipis dan tidak menyangkalnya: "Tidak perlu bersedih." Dengan kekuatan yang cukup, betapapun luasnya dunia, seseorang dapat mencapainya dalam sekejap mata.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai bunga desa lirik
Baca
+Pustaka
Ruang Rindu

Ruang Rindu

Aku memetik kunci Am. "Jika bunga yang kau tanam Tak kau pedulikan... Dia pasti akan nyanyikan Lagu... 'sayangilah aku' Hatimu... hatiku... Ditumbuhkan dengan cinta yang tak berujung... Hatimu... hatinya... Tumbuh karna kau kau yang menginginkannya... Jagalah bungamu... Seperti kau menjaga hatiku... Lindungi dia... Seperti kau melindungi ibu...
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai bunga desa lirik
Baca
+Pustaka
Pengantin Pilihan Raja

Pengantin Pilihan Raja

Apakah ini adalah Cinta atau obsesi? Lama berjalan, kami akhirnya sampai di desa. Dan indera pendengaranku kembali. "Kenapa turun disini?" tanyaku pada Baginda bingung. Saat menatap batu yang melengkung, dengan cahaya-cahaya kecil-kecil yang melayang di sepanjang tempat. Ukiran pada batu itu bertuliskan. "Desa cahaya?" Irlanga, punya desa yang seperti ini? Cantik sekali, hanya saja. Terlalu sunyi.
9.214.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 492 kali sebagai bunga desa lirik
Baca
+Pustaka
Menemukan Cinta Kembali

Menemukan Cinta Kembali

Ranting di tangannya digerakkan perlahan, mencoba menggapai bunga teratai yang terapung semakin dekat. Sementara itu, Desi yang melihat Lia dan keluarganya datang langsung bangkit untuk menyambut mereka. Kesempatan ini Flora manfaatkan untuk melanjutkan usahanya. Ia berdiri di pinggir danau, hati-hati namun tak sabar, mendorong ranting itu dengan gerakan kecil tapi penuh semangat.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai bunga desa lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status