Rayuan Maut Para Tetanggaku
tegurku, mencoba menariknya.
“Aku tahu, kita nggak boleh memetiknya. Tapi aku mau Kakak lihat lebih dekat. Bunga itu… mengingatkanku pada sesuatu,” katanya, tatapannya penuh harap.
Aku menghela napas. Aku tahu, keinginan kecil ini mungkin adalah cara dia untuk mendapatkan sesuatu yang romantis, sesuatu yang melambangkan keabadian perasaannya. Dan aku, pria yang sedang menahan diri mati-matian, justru merasa tertantang untuk melakukan hal bodoh demi melihat senyumnya.