MasukNavisha dan William pernah bersama saat di bangku sekolah menengah atas. Tapi, bukan cinta monyet penuh dengan romantika remaja, seperti pada umumnya. Navisha hanya seorang gadis bodoh yang terlalu mengagumi William, dan selalu mengalah walau disakiti seperti apapun. Hingga saat menjelang kelulusan. Navisha mendengar kabar pertunangan William dengan anak rekan bisnis orang tuanya. Navisha pun menyadari, mungkin sudah saatnya menyerah untuk hubungan penuh toxic itu. Akhirnya Navisha pun pergi, tanpa mengucapkan kata perpisahan pada sang pujaan hati. Lima tahun berlalu. Mereka pun di pertemukan kembali oleh sang takdir. Sayangnya, hati Navisha masih terlalu sakit untuk menerima William lagi. Luka itu bahkan masih kerap berdarah kembali hanya dengan melihat wajah William. Nahasnya, pada saat bersamaan. Navisha terlibat kasus hukum, yang mengharusnya segera mempunyai pendamping hidup, agar bisa mempertahakan hak asuh anaknya. "Aku rela melakukan apapun untukmu, Nav. Asal kau mau memaafkanku, dan kembali bersamaku," ucap William dengan sungguh-sungguh. "Termasuk mengalihkan seluruh hartamu atas namaku?"
Lihat lebih banyak*Happy Reading*"Adek lagi apa?""Gambal""Gambar apa?"Bocah dua tahun itu pun menatap sang ibu sejenak, lalu mengarahkan jari telunjuk mungilnya ke arah gambar yang ia buat di sebuah batu di dekat sebuah nisan. "Ini Papa, ini Atta, ini Mama, ini tata," terangnya dengan riang dan bahasa yang belum sempurna, memperkenalkan satu persatu gambar abstrak yang ia buat. "Badus nda Mah, gambal adek?"Bagus. Adek pintar, ya?" Senyum sang anak lelaki itu pun semakin lebar dengan mata yang berbinar indah. "Tata nanti cuka nda?""Pasti suka.""Yeaayy! Adek mau tambah buna uat tata."Bocah dua tahun itu semakin semangat membuat gambar dengan crayon yang sengaja ia bawa dari rumah, di dekat nisan yang bertuliskan nama 'Angel'.Ya! Anak dan ibu itu adalah Navisha dan anaknya dengan William, yang sebentar lagi berusia dua tahun. Namanya Attala Malik Arsenio. Navisha tersenyum bahagia melihat keriangan sang anak. Lalu melirik nisan putrinya yang kini sudah tidak suram. Banyak gambar-gambar lucu y
*Happy Reading*"Kamu yakin akan hadir?"William melirik perut Navisha yang semakin membuncit. Usia kandungan istrinya kini telah menginjak sembilan bulan. William sangat khawatir, tapi istrinya ini sangat keras kepala dengan bersikukuh ingin menghadiri pernikahan Aida, salah satu rekan kokinya di cafe. Navisha yang sedang mematut diri di cermin menoleh. Mengangguk yakin penuh semangat. "Sangat yakin!"Navisha kembali mengalihkan tatapannya ada cermin dan mengambil lipmate warna nude yang amat ia suka. Wanita hamil itu memang dari dulu tidak suka memakai apa pun yang berwarna mencolok. "Sebagai ketua tim, aku harus hadir, Will. Apalagi Aida mengundang langsung aku waktu itu. Jadi nggak enak kalau sampai gak datang," terang Navisha lagi setelah polesan di bibirnya sempurna. "Tapi kandungan kamu--""Aku gak papa, Will. Percayalah!"Kehamilan memang membuat Navisha keras kepala. Semakin di larang, pasti akan semakin berontak. Entahlah, mungkin karena bawaan bayi mereka yang katanya be
*Happy Reading*"Jadi, berapa usianya?" tanya William sambil mengusap sayang perut Navisha yang sebenarnya masih rata. Saat ini mereka sudah berbaring berdua di atas brankar tempat William. Setelah tadi William langsung memeluk dan menghujani wajahnya dengan ciuman sekembalinya Navisha mencari seorang cleaning service untuk membersihkan muntahan William. Navisha sampai harus mencubit kengan William saking malunya pada si CS. Suaminya ini kalau skinship gak tahu tempat. Navisha merasa tak punya muka karena ulahnya. "Aku belum periksa ke dokter. Baru pake alat itu aja." Navisha menjawab seadanya. "Ya udah, besok kita periksa, ya? Aku gak sabar pengen liat dia. Kira-kira dia jagoan atau princess, ya?""Ya belum kelihatan lah!" Navisha memutar matanya malas. "Biasanya kalau untuk itu, minimal usia kandungan harus empat bulan dulu.""Oh, begitu ..." gumam William mengerti. "Ya udah gak papa. Tapi besok kita tetep periksa ya? Aku ingin tahu kondisinya."Navisha pun mengangguk setuju unt
*Happy Reading*Sepertinya Navisha memang terlalu menutup telinga selama ini. Sampai-sampai ia tidak tahu jika ternyata, Sonya tidak bisa melewati masa kritisnya. Ia meninggal beberapa hari setelah Angel tiada. Sementara Pak Jarwo, sejak menghadapi kebangkrutan ia stress. Apalagi kondisi anaknya pun tak kunjung membaik. Tak kuat menghadapi semua tekanan, Pak Jarwo pun nekad mengakhiri hidup. Sedangkan Gerald sendiri baru siuman dua bulan lalu dan langsung di adili. Navisha mendapat semua info tersebut dari Nissa. Sekembalinya dari makam Angel, Navisha memang langsung bertanya perihal ucapan Gerald saat itu, dan Nissa pun menceritakan semuanya tanpa terkecuali. Kini, Navisha perasaan Navisha seperti dilema. Bingung harus senang atau sedih atas nasib Gerald saat ini. Akan tetapi yang jelas, ia merasa miris. Tidak pernah menyangka jika akhirnya semuanya akan seperti ini. "Nav?" Nissa menghampiri saat Navisha tengah fokus menghias sebuah kue tart pesanan seorang pelanggan. Wajahnya namp
*Happy Reading*Sebuah kantor agency modeling kenamaan dibuat heboh pagi ini, dengan beberapa postingan photo dan sebuah video syur seorang model papan atas di situs web mereka. Bukan hanya situs komersil saja, tapi sampai situs resmi yang terhubung dengan petinggi-petinggi kantor tersebut. Semua ora
*Happy Reading*"Kita pulang!" Setelah melihat photo yang di tunjukan Billa, William langsung me-manuver langkahnya. Masih setia dengan tautan tangannya dengan Navisha, William menarik wanita itu agar mengikuti langkahnya. "Loh, loh, Liam. Kamu mau ke mana?" seru Billa bingung. Namun, William mengaba
*Happy Reading*Pembantu, pembantu, pembantu, ugh ... rasanya Navisha mulai muak sekali dengan titel itu. Bukan ingin merendahkan pekerjaan tersebut. Hanya saja ... ya Tuhan ... apa dia memang separah itu tampangnya?Melepas rangkulan lengan William di pinggang setelah dua wanita tadi berlalu ke dapur
*Happy Reading*Sebenarnya, Navisha kurang nyaman tinggal di rumah William ini. Bukan, bukan karena rumah ini kurang besar atau apa. Hanya saja, ada beberapa sudut di rumah ini seperti secara otomatis mengingatkan Navisha akan rasa sakit hatinya di masa lalu. Contohnya saja dapur, ruang tamu, ruang t












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak