ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN
Setelah itu Mas Bara melirik ke arah ibu yang kini mulai mendekat untuk bisa memastikan keadaanku yang jelas mencemaskannya.
“Bu, tolong jaga Rindu sebentar, usap punggungnya biar lebih nyaman.”
Sebelum beranjak Mas Bara membantuku untuk duduk di sofa alih-alih membiarkan aku berdiri begitu saja.
Tapi saat Mas Bara berlalu, ibu malah memintaku untuk berjalan-jalan meski punggungku masih terasa kencang.
“Rin, harusnya kamu buat jalan-jalan biar otot kamu sedikit terlatih, tahan aja rasa sakit kamu, biar kamu bisa mudah saat melahirkan.”