Tersesat
Ia timbulkan karena hampir jatuh, membuat ular-ular itu mengejarnya. Zimat berhasil melumpuhkan beberapa ular yang mendekatinya. Ular-ular itu terjatuh ke tanah, tapi Zimat tidak bisa terus bertahan di sana. Ia berfikir keras, hanya ada dua cara untuk melumpuhkan merekan. Dengan api atau garam. "Api...,api..., api...!" Zimat mengulang kata yang sama penuh ketegangan. Tiba-tiba Ia melepas sarungnya. Seolah menemukan cara untuk membuat kobaran api. Lalu merogoh sesuatu dari kantong kemejanya, sebuah korek api. Ia mengikatkan sarung di ranting miliknya lalu mulai membakar sarung. Saat api telah menyala, Ia menggunakannya sebagai senjata. Dia mengusir ular-ular yang mendekatinya, dan mendorongn
Hot Chapters