Malam di Rumah Tanpa Nama
Tiba-tiba, tangan bayangannya di cermin bergerak sendiri, mengangkat telunjuk dan meletakkannya di bibir—isyarat untuk diam.
Siska ingin menjerit, tetapi tenggorokannya terasa kaku. Lalu, tanpa peringatan, bayangan dalam cermin itu berubah. Matanya menghitam, senyumnya semakin melebar hingga bibirnya robek ke pipi, dan tangannya terulur ke depan, menekan permukaan kaca seolah berusaha keluar.
Retakan mulai menjalar dari tempat tangannya menyentuh kaca. Suara tawa kecil terdengar, semakin keras dan melengking.
Sikat na Kabanata