Sentuhan Panas Papa Mertua
Namun belakangan, setiap kali pikirannya penuh dan dadanya terasa sesak, batang tembakau itu seolah menjadi pelarian singkat, cara paling mudah untuk menenangkan diri, meski hanya semu.
Ia mengetuk ujung rokok perlahan, lalu menyulutnya. Asap tipis mengepul, melayang pelan di udara senja. Zumi mengisapnya lalu menghembuskannya perlahan. Matanya terpejam lagi, kali ini bukan untuk menikmati, melainkan menahan rasa gelisah yang tiba-tiba datang.
Ia tahu apa yang dilakukannya justru tidak baik untuk kondisinya saat ini, bahkan bisa memperburuk dirinya. Tapi hari ini ia memerlukan sedikit ketenangan dari rasa gelisah yang menghampirinya.