Ada satu trik sederhana yang sering terlupakan: latihan di depan cermin. Awalnya terasa konyol, tapi melihat ekspresi wajah dan bahasa tubuh sendiri memberi kejelasan tentang bagaimana orang lain memandang kita. Ku mulai dengan membacakan artikel koran, lalu beralih ke materi presentasi kerja. Perlahan, gerakan tangan yang kaku berubah lebih alami, kontak mata dengan 'audiens imajiner' jadi lebih natural.
Sekarang, selalu ku sisihkan 15 menit sebelum presentasi untuk warm up kecil di toilet. Menyusun poin-poin kunci sambil menatap bayangan sendiri di kaca membantu mengatur ritme bicara. Yang mengejutkan, teknik sepele ini mengurangi 70% kegugupanku - karena pada dasarnya, kita sudah 'kenal' dengan performa diri sendiri sebelum benar-benar tampil.