Cinta Cita
“Aku, kan, bingung dan nggak bisa mutusin kalau mendadak gini. Papa juga belum tahu apa-apa, kan? Karena kalau papa tahu, pasti sudah ngomong dari tadi.”
“Kamu pilih perusahaan jatuh ke tangan pak Pras?” tanya Kasih tidak berniat bangkit, karena sudah nyaman dengan posisinya saat ini. “Perusahaan itu memang baru tiga tahunan, tapi omset dan pengelolaannya selama ini bagus. Jadi, aku nggak mau kalau saham kita dibeli semuanya sama pak Pras.”
“Terus, apa kata pak Pras?” tanya Cita penasaran. “Kata papa, kamu tadi siang ketemu sama dia, kan?”
Hot Chapters