Sentuhan Panas Editorku
"Cerita ... cerita apa? Jangan aneh-aneh ya! Jangan bahasa Nenek Penenun lagi!"
"Bukan!” Wildan menggeleng. “Bukan nenek penenun kok ini … Ini mah cerita beda. Katanya, di dapur-dapur villa lama di daerah sini, sering ada penampakan 'Nenek Penenun'. Dia sebenarnya nggak ganggu sih, cuma suka duduk diam di pojokan yang paling gelap sambil goyangin rambutnya. Srek ... srek ... srek ..." Wildan menirukan suara dengan nada rendah yang terdengar sangat meyakinkan di tengah keheningan dapur.
"Wildan! Jangan nakutin, dong!" pekik Meysa, makin merapatkan tubuhnya ke arah Wildan hingga tak ada lagi jarak di antara mereka. "Nggak lucu tahu, ini beneran gelap!"
الفصول الرائجة