Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelayan Kesayangan CEO Arogan

Pelayan Kesayangan CEO Arogan

Sasa bingung sejenak saat Javendra menanyakan soal pijat. Ia tidak langsung menjawab, matanya sedikit melebar karena terkejut. "Eh … bisa, Tuan," jawabnya akhirnya. "Waktu masih tinggal sama ibu dulu, saya pernah diajarin pijat. Ibu saya tukang pijat di kampung, suka urut orang capek dan urut bayi. Jadi saya agak tahu caranya."
10164.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai cerita di pijat
Tampilkan Ulasan (48)
Baca
+Pustaka
Apple Cherry
ini babnya emang banyak ya, tapi bukan yang bertele-tele, setiap babnya punya tujuan yang jelas, dan saling terkait, bukan mengulang2 atau muter-muter konfliknya. feel free untuk komentar berupa kritik ataupun saran membangun selagi dengan cara yang baik ya nggak frontal. semoga semuanya terhibur ^^
JAMILAH HAFIZ
Aku ngerasa tenang bangat baca novel ni ga stres, santai2 aja,aku baca novel mau tenang2 setelah lelah kerja,kalau baca yg stres2 bikin fikiran ga tenang.. aku udah Berenti baca novel2 lain yang kebanyakkannya menstreskan fikiranku......aku suuukaaa bangat baca novel ni, update banyak2 lagi ya babnya
Baca Semua Ulasan
Ampun Tuan, Aku Lemas!

Ampun Tuan, Aku Lemas!

tanya Meli ingin menegaskan kembali. "Aku sangat yakin! walau usaha seperti itu terdengar sepele, namun peminat dari usaha tersebut sangatlah banyak!" balas Desi dengan tegas. "Iya juga sih..." Meli dan Sisil mengangguk setuju. "Bangun saja... usaha pijat dan pemandian termewah di Kota ini!" ujar Ares dengan nada santai. "Tuan muda, tidak perlu terlalu mewah," ucap Desi dengan canggung. Dia merasa tidak enak di dalam hatinya jika memakai begitu banyak uang Ares.
1024.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 561 kali sebagai cerita di pijat
Baca
+Pustaka
Pelanggan Tetap Panti Pijat

Pelanggan Tetap Panti Pijat

Kami diantar ke kamar yang memiliki dua ranjang dibatasi dengan kain tirai yang bisa ditarik ke tengahnya. Sebelum juru pijatnya datang, Hendra pun berbisik di telingaku, “Apa kamu nggak merasa kalau tempat pijat ini sedikit aneh?” “Kenapa bilang begitu?” “Juru pijat di panti ini nggak ada seorang pun yang jelek. Pernahkah kamu melihat panti pijat biasa yang juru pijatnya semuanya masih muda dan cantik? Umumnya usia mereka sudah setengah baya.”
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai cerita di pijat
Baca
+Pustaka
Dua Pria, Satu Permaisuri

Dua Pria, Satu Permaisuri

Aku meremas botol minyak pijat di tanganku saking gugupnya. Aku tidak akan diusir karena buta, 'kan? Ibu Hera cuma bilang kalau hanya aku yang bisa memuaskan pelanggan ini .... Aku menggigit bibir, lalu berkata pelan. "Aku memang buta, tapi aku terapis andalan di Panti Pijat Intani." "Kalau soal profesionalisme, bisa kupastikan kalau aku nggak kalah dengan kakak-kakak yang lain."
38.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai cerita di pijat
Baca
+Pustaka
Hasrat yang Mematikan

Hasrat yang Mematikan

Aku sudah lama mengalami frustrasi seksual hingga hormonku tidak seimbang. Jadi aku pergi ke salon pijat yang direkomendasikan temanku, berharap bisa sepenuhnya menyembuhkan kekosongan fisikku. Ketika tangan besar dan panas tukang pijat pria muda dan berotot itu menyentuh tubuhku, aku merasakan hasrat yang lebih membara di dalam diriku, mengancam untuk menghancurkan akal sehatku.
20.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 500 kali sebagai cerita di pijat
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Nazar mulai menjelaskan, "Sebenarnya aku mau pulang. Di pinggir jalan aku lihat dua gadis muda melambaikan tangan ke arahku, bilang mau pijat aku. Mereka berdiri di bawah matahari, panas-panas, kasihan juga." "Dan harganya murah, cuma 500 ribu. Jadi, aku setuju. Harus kuakui, teknik mereka bagus banget, pasti profesional. Setelah dipijat, aku merasa melayang, semua rasa capek hilang ...." Melihat ekspresi Nazar yang begitu menikmati, Ewan semakin kesal. "Bilang yang penting!" Nazar meneruskan, "Begini, teknik mereka bagus. Sambil pijat, aku ketiduran."
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42.0K kali sebagai cerita di pijat
Baca
+Pustaka
Petaka Di Balik Gairah

Petaka Di Balik Gairah

Dia menempatkanku di atas ranjang pijat dengan lembut, memposisikan tubuhku tengkurap, lalu mulai menuangkan minyak di punggungku. Teknik pijat pria itu sangat ahli. Gerakannya lambat, tetapi sangat bertenaga. Dia memijat area tulang belikat dan punggung, kemudian meluncur ke pinggang. Setelah melewati lipatan pinggul, dia melanjutkan pijat ke bagian paha atas dan bawah, hingga kembali lagi ke antara kaki. Tubuhku terasa lemas dan lunglai, rileks tapi juga geli. Pikiranku seakan-akan menjadi tumpul karena sensasi yang begitu nyaman.
72.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai cerita di pijat
Baca
+Pustaka
Cerita Cinta Kelas Pekerja

Cerita Cinta Kelas Pekerja

katanya “maaf deh, gw lagi sakit kepala banget soalnya” gw malas berdebat jadi gw akhiri saja “sini gw pijitin biar rada mendingan,” Anna sambil menarik kepala gw, dengan kasar! Gw berteriak kesakitan tapi dia nggak peduli. Dia duduk di belakang gw lalu kedua tangannya menekan-nekan kedua pelipis gw. Dia memijit gw, gw diam. Ternyata enak juga pijitannya. Beberapa kali gw pejamkan mata menikmati pijitan ini.
1017.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 690 kali sebagai cerita di pijat
Baca
+Pustaka
Kisah Gadis Yang Tersakiti

Kisah Gadis Yang Tersakiti

Manusia berhati serigala! Gadis itu merasa terpukul sekali sampai dadanya terasa sesak. Tiba-tiba dia teringat petuah Dokter Dewi, psikiater yang dulu merawatnya di Balikpapan. Ditariknya napas dalam-dalam lalu dihembuskannya pelan-pelan. Dilakukannya selam tiga kali berturut-turut. Perasaannya kini menjadi lebih tenang.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai cerita di pijat
Baca
+Pustaka
Mendadak Menikahi Pria Cacat

Mendadak Menikahi Pria Cacat

Ucapan gadis kecil itu membuat semua orang yang ada di sana tertawa “Kak Adit, katanya Kakak mau tinggal di sini beberapa lama, ya?” tanya Asih polos. Adit tersenyum sambil mengangguk. “Iya, Asih. Aku ingin mencoba pijat di kampung ini, supaya otot kakiku tidak terlalu kaku sebelum latihan jalan.” “Wah, bagus itu, Kak! Di sini ada Pak Lik Joyo, tukang pijat paling jago. Katanya, banyak orang lumpuh bisa kembali jalan karena pijatannya,” celoteh Asih bersemangat.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai cerita di pijat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status