TAK INGIN BERCERAI
Cibir Kak Sumi.
“Terus?” tuntutku pada Pak Dodi untuk melanjutkan ceritanya.
“Entah kenapa saya merasa kayak terhipnotis aja gitu, mau mau aja nikahin dia yang gak tau asal usulnya. Yang lebih aneh lagi, saya gak boleh nyentuh dia sama sekali, jadi sampai sekarang saya masih perjaka.” Curhatnya.
Kak Sumi terlihat menahan tawanya sambil menutup mulutnya dengan tangan. Sementara aku bergeming, ‘kenapa nasib kami sama.’ Batinku.